Home  |  Pustaka  |  Statistik  |  Analisis  |  Tutorial  |  Kontak

Interpolasi

Tidak semua nilai critical value tercantum dalam tabel statistik. Untuk mengetahui nilai critical value pada df (degree of freedom) yang ditentukan dapat dicari dengan penaksiran nilai pada df terdekat. Tehnik ini dikenal dengan istilah interpolasi (Mulyono, 2009) atau polarisasi (Yamane, 1967).

Sebenarnya interpolasi adalah suatu metode untuk menentukan data yang hilang. Gujarati (2009) memperkenalkan perhitungan interpolasi untuk memprediksi sebuah titik data pada time series (Bab 21). Dengan demikian, interpolasi didefinisikan sebagai teknik untuk mendapatkan fungsi (taksiran suatu titik) yang melewati semua titik dari sebuah set data diskrit (Lamabelawa, 2018).

Formulasi interpolasi

Formulasi interpolasi didasarkan pada interpolasi linier (Lamabelawa, 2018) yang dikembangkan Abbott (dalam Mulyono, 2009) dengan perubahan notasi syntax untuk memudahkan aplikasi dalam pencarian nilai critical value tertentu.

Keterangan:
Vn:Nilai critical value yang dicari
Vn-1:Nilai critical value pada df sebelumnya
Vn+1 : Nilai critical value pada df sesudahnya
dfn : Nilai df untuk critical value yang dicari
dfn-1: Nilai df sebelumnya
dfn+1:Nilai df sesudahnya

Ilustrasi interpolasi

Critical value untuk df=34 dengan α 5% pada tabel t dalam Gujarati (2009 : 879 Appendix D) tidak tercantum. Figure 1. Penggalan tabel t

Dengan interpolasi linier dapat dicari besarnya nilai t untuk df=34 dengan α 5%. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t pada df=34 dengan α adalah 1,692.
Untuk perbandingan, jika dihitung menggunakan Excel dengan fungsi =t.inv(5%,34) diperoleh nilai 1,691.

Menghitung interpolasi

Untuk mencari critical value, klik di sini.
Aplikasi Google Spreadsheet harus sudah terinstal di Android.

1 comment:

al.NA. said...

Maaf, saya mau tanya. Kalo interval df-nya lebih jauh, apakah valid? Misalnya untuk diperoleh nilai t table pada df=34 dilakukan penaksiran pada df 30 dan 60.